Sunday, August 16, 2009

PORMAS 2009 di Kobe

Hari Sabtu 8 Agustus 2009.

Pagi-pagi kita udah bangun. Bukannya siap-siap, eh... malah nonton Metro TV streaming yg lagi nyiarin penyerbuan Densus 88 di Temanggung. Alhasil baru berangkat ke Kobe jam 08.30.

Kita berangkat pakai chikatetsu (kereta bawah tanah) sampe Shijo, terus nyambung pakai Hankyu. Ini cara yang paling murah walau repot karena sering pindah.

Tiba di Kobe jam sebelas lewat... kira-kira jam mau siang (hmmm udah di-setting).

Sunday, September 21, 2008

Dua Suryanegara



Rupanya Farrell lagi bermesraan sama ayahnya nich... Asyik banget ngelihat dua Suryanegara saling bercengkrama. Terlihat di foto kalau Suryanegara senior lagi nyuapin yang yunior.

Farrell kalau lagi makan mirip ayahnya, apa aja masuk. Mungkin karena itulah badannya subur dan sekel. Nasi masuk, jelly dimakan, pisang dan susu juga OK, pokonya semua dech... sampai-sampai makanan yang tercecer di lantai juga ikut disikat... duch... bisa mencret dech...

Tapi ngomongin kemesraan Dua jagoan di rumah ini memang bikin iri kakak-kakaknya. Bahkan akhir-akhir ini ayahnya sering nganterin dan jemput Suryanegara Jr dari sekolahnya, uh bangga dech...

Mudah-mudahan saja kekompakan itu bisa terus dijaga sampai Farrell gede he he...

Saturday, September 20, 2008

Farrell Belajar Jalan


Duh... gak terasa usia Farrell udah hampir setahun. Minggu depan InsyaAlloh berulang tahun. Mudah-mudahan Farrell selalu ceria dan tumbuh sehat walafiat.


Ngomongin usia setahun jadi inget kakaknya yaitu Nurfa dan Nadya. Mereka sudah bisa berjalan saat ulang tahun tiba. Tapi Farrell sampai sekarang belum juga bisa jalan. Gimana ya caranya?


Tiga hari yang lalu si ayah punya ide untuk mencari kursi plastik tukang baso yang dulu biasa dipakai latihan jalan Nurfa. Tapi, ini kan di Jepang, kemana bunda harus cari kursi kayak gitu ya... Usul punya usul akhirnya browsing di internet, tepatnya di auction.


Lama browsing akhirnya ketemulah beberapa dorongan balita yang biasanya digunakan buat latihan jalan. Satu diantaranya bunda pesan buat si Farrell calon panglima kami... Maklum namanya gagah berani tapi kok belum juga jalan he he...


Hari ini paket dorongan warna putih dan merah tiba di rumah kami, gak sabar langsung dusnya di buka dan diperlihatkan ke Farrell. Wah... dia seneng banget, seperti bunda dikasih berlian... eh tapi bunda belum pernah dikasih berlian ding he he... Pokonya Farrell seneng banget dech, matanya berkaca-kaca... eh salah, matanya berbinar-binar gitu...


Langsung dorongan itu dicobanya muter-muter rumah yang seuprit he he... Biasalah nabrak sana-sini, namun tak mengendorkan semangatnya yang lagi membara duh kayak perjuangan kemerdekaan aja.


Sebagai ilustrasi, ini bunda kasihkan gambar sama movie-nya saat sang Farrell belajar jalan.


Semoga cepat lancar!


Saturday, May 17, 2008

Nadya bisa naik sepeda

Saat Golden week awal mei lalu, disini ada libur seminggu baik bunda, ayah maupun anak-anak. karena kita gak ada planning kemana-mana, Ayah akhirnya inisiatif ngisi liburan ngajak nadya belajar sepeda, secara selama ini dia masih pake sepeda roda empat kalo main sama temen-temennya.
Menurut prediksi sang ayah, nadya bakalan cepet belajarnya kalo dilihat dari cara nadya naik sepeda roda empat, katanya roda depan udah lurus n gak menggol-menggol. eeeh....ternyata prediksi ayah bener2 kebukti..... nadya cuma belajar sepeda hanya dalam waktu kurang dari 2 jam. Hasilnya...luar biasa bener, setelah 2 jam sudah bisa naik sepeda roda dua puter-puter di koen (taman). satu jam pertama masih jatuh-jatuh.... tapi selanjutnya lancarrrr. Ini Belajar sepeda yang bisa dikategorikan cepet dibandingkan Nurfa dulu ( beberapa hari belajar baru bisa dilepas dan saat umurnya 5.5 tahun) . Oya......nadya bisa sepeda ini saat umurnya 5 thn 3 bulan, jadi lebih cepat 3 bulan dibanding Nurfa.

Yang lucu saat nadya lagi belajar sepeda semua orang yang deket dia kena semprot n jadi korban yang disalahkan...hehehe apalagi saat dia terjatuh. contohnya " gara-gara teteh niy...dede jadi gak bisa belok", " awaaas....minggiiir semuaaaaa dede mau lewat", ato "kenapa siy ayah deket2 dede terus...dede khan jadi gak bisa goel" ( padahal ayah yang ngajarin hihihi). mending orang yang disalahin...wong tembok yang dia tabrak aja disalahin kok....hihihi...." ini niy...gara2 temboknya, jadi aja dede jatuh" xixixi......bunda sama ayah hanya bisa mesem-mesem.

Abis bisa muter-muter di koen, besoknya latihan muter2 di sekitar kompleks apato Daigo Ishida Danchi n belajar medan-medan agak berat seperti jalan sempit, tanjakan, turunan dengan dikawal ayah. Alhamdulilah ternyata latihan itu memberikan rasa percaya diri ke Nadya bahwa dia emang sudah bisa naik sepeda dengan berbagai medan. Buktinya saat kita pergi ke Izumiya dan momo kintetsu beberapa hari kemudian, dia dengan pedenya naik sepeda lebih dulu dan dah bisa sampei disana dengan selamat.....

Terima kasih ayah, sudah ngajarin dede naik sepeda dan ayah pun dikasih hadiah sun sayang dari nadya...muah..muah. Selamat ya buat nadya...... Tugas ayah ngajarin nadya naik sepeda sudah beres . tinggal satu lagi, nunggu sang jagoan kecil gede...dan ini rekaman saat nadya sedang belajar.



video

Saturday, May 10, 2008

Farrell 7 Bulan

Tanggal 26 April kemarin farrell tepat berumur 7 bulan. Tak terasa....kayaknya baru kemarin ngelahirin dan gendong bayi yang masih mungil. Sekarang Farrell dah bisa duduk dan menyeracau papapa, tetetete......aduh perkembangannya tiap saat bikin kita terkagum-kagum. Dan yang bikin bunda puas akhirnya Farrell lengkap dapet ASI Exclusive 6 bulan. Jagoan bunda ini sejak awal april- setelah bunda mulei kerja- masuk sekolah dihoikuen seperti Nadya. Masuk dari jam 8.30 - 17.00. Alhamdulilah anaknya tidak rewel dan sehat-sehat aja. cuman yang bikin senseinya heran....kerjaannya tiduuuur mulu. Sensei bilang juuutoo neteta.Gak jauh beda sama ayahnya, gak boleh deket sama bantal hehehe......berikut rekaman farrell saat main bersama bunda silakan diklik.


video

Nurfa Shogakko (SD)

Hari pertama masuk shogakko merupakan hari yang nurfa tunggu-tunggu. pada acara welcome ceremony, sekolah menyambut siswa secara resmi. Beberapa testimoni disampaikan kakak kelasnya untuk menggambarkan sekolah di shogakko itu seperti apa, yang intinya cerita hal-hal menyenangkan, banyak temen, berenang, de-el-el.
Setelah acara selesai anak-anak ichi nensei (kelas satu) melakukan foto bersama dengan sensei dan encho sensei-nya. Anak-anak lalu masuk kelas untuk perkenalan dengan sensei yang berjumlah 3 orang dan dikasih paket buku dari sekolah....jadi bunda gak usah pusing harus beli buku apa, enak khan?? . Gak ada cerita harus beli buku di toko, penerbitnya anu.....hehehe. Ini salah satu enaknya pendidikan di jepang....

Memang bunda rasakan sejauh ini pendidikan di sini cukup enak terutama buat bunda yang hanya sedikit bisa berbahasa jepang. Semua dibuat mudah oleh pemerintah, contoh yang pertama, saat anak sudah masuk usia sekolah, akan datang surat pemberitahuan dari pemerintah agar orang tua daftar ulang di sekolah yang ditunjuk, tentunya yang paling dekat dengan tempat tinggal kita. Nurfa sekolah SDnya hanya sekitar 300 meter dari Apato kita yaitu Ishida Shogakko. kebayang kan kalo bunda harus cari sekolah dan daftar-daftar sendiri disini...mana gak ngerti kanji lagi, gak tahu harus gimana, aduuuh bisa nangis bombay deh.....
Kemudahan kedua yaitu biaya pendidikan yang murah atau dengan kata lain terjangkau walaupun buat anak yang orang tuanya seperti kami mahasiswa/gakusei . Keperluan pendukung seperti tas, baju olahraga, pensil, alat musik pianika dan lain-lain orang tua yang menyediakan dan ada item tertentu yang bisa dibeli di sekolah dengan harga lbh murah dibandingkan ditoko. Khusus untuk tas, semua anak memakai tas dengan model sama tanpa kecuali.
Kemudahan ketiga, anak-anak dapet makan siang dari sekolah tentunya dengan menu yang cukup bergizi. Ini salah satu usaha pemerintah untuk mencegah anak yang sedang tumbuh kekurangan gizi /malnutrisi. Menunya empat sehat lima sempurna, ada laukpauk, sayur, desert dan susu. Kata Nurfa, Oishii terus makanan di sekolah...hehehe....Sangat membantu bunda yang tiap hari kerja dan gak sempet nyiapin makan siang buat Nurfa. Tinggal bilang sama sensei jenis makanan yang tidak boleh dimakan Nurfa aja, misal butaniku, mirin, bekong dan lain-lain. Acara makan merupakan acara yang menyenangkan buat Nurfa, karena anak-anak akan digilir untuk menyiapkan makanan buat temen-temennya lengkap dengan kostum putih seperti koki.

Hal lainnya yang bikin bunda kagum dengan sistem pendidikan jepang yaitu saat anak masuk sekolah tidak ada acara test membaca atau menulis seperti di Indonesia ato ditanya bisa bahasa jepang tidak anaknya. pokoknya asal sudah 6 tahun saat 1 April maka pasti diterima.
Semuanya berproses, tugas sekolah yang akan mengajarkan ... dan belum ada data yang menunjukkan bahwa anak-anak jepang bodoh atau ketinggalan gara-gara pas penerimaan murid gak ada test baca tulis...hehehe. Buktinya yang bikin bunda heran, setelah satu bulan shogakko nurfa sudah bisa baca buku bertuliskan hiragana....bikin bunda terbengong-bengong. Kok teteh Nurfa shugoi sih.....kalah deh bunda.
Kemudian di sekolah juga bakat anak mulai diasah, anak disuruh untuk memilih kegiatan extra kurikuler yang terprogram, dari tenis meja, sepak bola, berenang, sepeda, atau musik. Pantesan aja atlet-atlet jepang pada dapet medali terus kalo ada event2 olahraga internasional. Karena sistem pengkader-annya yang cukup bagus.
Dua minggu pertama masuk shogakko, anak-anak bukan langsung diajarkan menulis, berhitung atau membaca tapi diajarkan untuk bergaya hidup yang positive, yaitu hidup disiplin, mandiri, dan berbudi pekerti. Misalnya cara menyebrang jalan, antri di loket, cara berangkat dan pulang dari sekolah, waktu bangun pagi , kegiatan dirumah seperti apa misal membantu orang tua, sampe waktu untuk belajar di rumah aja Nurfa hapal harus berapa lama. Kreativitas juga tak lupa dikembangkan di sekolah bahkan sejak Hoikuen (TK) walaupun dengan bahan penunjang yang murah seperti origami/ seni melipat kertas, menggambar, main musik, dan bernyanyi. Tidak heran tiap minggu pasti anak-anak bawa mainan hasil karyanya sendiri misalnya layang-layang, kotak mainan, boneka-boneka-an yang dibuat dari bahan-bahan bekas pakai. Tapi disisi lain tidak dipungkiri, ada satu hal yang bunda harus lebih ganbatte dalam mendidik anak yaitu pendidikan agama soale tdak diajarkan disekolah, itu bener-bener tanggung jawab bunda dan ayah sebagai orang tua.

Pokoknya Nurfa sekolah Shogakko, tanoshikatta banget dan semakin dewasa. Ganbarimasho........

Hanami-an bersama emah

Minggu, tanggal 6 April merupakan hari terakhir emah di Jepang, besok pagi sudah harus pulang kembali ke Indonesia. Tak terasa...sudah sebulan emah disini. Hari minggunya kita sempetin dateng ke acara hanami-an Perhimpunan Indonesia Jepang di Maruyama Koen. Ini sebenarnya acara tahunan yang sudah rutin dilakukan. Alhamdulilah bisa bersilaturahmi dengan rekan-rekan se kyoto diantara segudang aktifitasnya masing-masing sekaligus ngajakin emah biar tahu yang namanya hanami-an seperti apa. Lihat bunga sakura plus rasanya makan-makan dibawah pohon sakura.......kalo istilah urang sunda mah botram :) . Yup...emah diajakin botram di jepang hehehe.....

Himeji - Kobe


Minggu Terakhir emah disini yaitu tanggal 5 April , kita nyempetin ajak emah ke Himeji castle dan Kobe Harborland. Perjalanan jauh ke luar kota yang terakhir sebelum emah pulang ke Indonesia. Perjalanan kesana kita pake tiket 18 kippu yang masih tersisa dari perjalanan ayah ke Hiroshima....lumayan jalan-jalan yang murah meriah namun memuaskan. Berangkat pagi-pagi sekitar jam 10, langsung menuju Himeji dan nyampe Himeji castle jam 12-an. Letak castle gak terlalu jauh dari Himeji stasiun jadi bisa ditempuh dengan jalan kaki. Sampe sana ternyata penuh banget sama orang-orang yang sedang Hanami-an, makan-makan dibawah pohon sakura yang mulei mekar. Indah pokoknya...pohon tanpa daun...bunga semua...pink lagi...romantis ....hehehe.
Karena orang yang menuju castle antri banget, kita khawatir anak-anak mogok dijalan apalagi nadya pengen digendong, akhirnya diputuskan bunda sama anak-anak nunggu aja sambil makan siang dan lihat oleh-oleh di sekitar kompleks Himeji Castle sedangkan ayah sama emah naik ke castlenya. Gak pa2...paling gak jauh beda sama Osaka Castle yang musim panas tahun lalu kita kunjungi. kalo emah siy wajib ke atas, soale belum pernah lihat sama sekali gimana castle ato istana jepang itu. Himeji Castle merupakan castle yang paling spektakuler di Jepang karena selain besar juga masih original banget, belum pernah mengalami renovasi atau sejenisnya. Dibangun hampir 2oo tahun...(waaaaw lama banget ya) dari tahun 1400-an dan beres tahun 1609 Masehi. Kita beruntung banget dateng ke sini saat minggu pertama bulan april, tepat saat bunga sakura disini mulei bermekaran sedang cantik-cantiknya menambah kemegahan dan keindahan dari Castle.
Beres lihat Castle, perjalanan dilanjutkan ke Kobe Harborland. Tempat ini sebenarnya tempat yang paling sering dikunjungi sama kita, soale ada taman bermain yang disukai sama anak-anak deket meriken park, postingannya bisa lihat di sini dan sini. Rencananya pengen ngajakin emah naik kapal keliling pulau... tapi sampe sana ternyata dah sore khawatir pulang terlalu malem padahal bawa jagoan cilik, jadi kita hanya sempet dinner doang di kobe mosaik Garden dan nemenin bidadari-bidadari kita main kincir-kinciran. Jam 7 kita pulang menuju kyoto dan sampe rumah sekitar jam 9 malem. one day tour yang menyenangkan sekaligus melelahkan. Harus cepet tidur, besoknya masih ada acara jalan yaitu hanami-an di Maruyama Koen.

Ke Hiroshima

Salah satu keinginan emah yaitu pengen jalan-jalan ke Hiroshima. Kita sudah planning tanggal 29 Maret ngajakin emah kesana sekeluarga. Kita punya tiket 18 kippu...jadi rencananya sekalian tour ke osaka kobe juga. Tapi ternyata rencana berantakan setelah hari Kamis farrell panas. Mungkin kecapean setelah minggu sebelumnya hampir tiap hari kita jalan - jalan terus. Akhirnya diputuskan emah dan ayah aja yang pergi sedangkan bunda jaga anak-anak dirumah.
Walaupun bunda gak ikut, dari cerita ayah dan emah kayaknya perjalanan seru dan melelahkan...dari harus harus gonta ganti kereta , sarapan di kereta sampe kejar2an kereta karena target one day tour hehehe.


Tempat yang jadi tujuan emah yaitu Hiroshima Peace Park ato museum bomb. buat emah mungkin Hiroshima punya nilai history tersendiri soale dulu beliau ngalamin masa jaman jepang dan tahu detil cerita tentang hengkangnya jepang dari Indonesia setelah Hiroshima dan Nagasaki di bom. Jadi rada-rada ngebet pengen lihat museum bom ini. Sayangnya, Bunda gak bisa cerita banyak ( khan gak ikut...hehehe) jadi mending silakan bayangkan dari fotonya aja yaaa.....

Wisuda Ayah

Tanggal 24 maret merupakan wisuda ayah sebagai pertanda kelulusan Master degree. Alhamdulilah setelah perjuangan panjang 3 tahun di jepang ( satu tahun program bahasa dan 2 tahun kuliah) ayah akhirnya lulus dengan gelar MAgr ( Master of Agriculture) dari Kyoto University. Selamet yaa....Bunda dan anak-anak bangga bisa punya suami dan ayah seorang Lisman Suryanegara dan tentunya seneng bisa menjadi bagian dari semua ini. saking ikut bahagianya Nadya sebagai anak kesayangan ayah, ngerengek pengen beli bunga buat dikasihin ke ayah. Mudah-mudahan ilmunya bisa diamalkan buat kemaslahatan Umat.. Amien. Perjalanan masih panjang dan selamat berjuang kembali untuk melanjutkan S3. Bunda doain moga lancar dan diberi kemudahan dalam segalanya. Sekali lagi Omedetou...Jangan lupa pesen Job Steve : "Tetaplah lapar tetaplah bodoh" . Jangan sombong dan jangan cepat puas dengan apa yang sudah diperoleh, tetep berjuang dan belajar.......
Perjuangan ayah sekarang, suatu waktu pasti akan menjadi kenangan manis, saat ayah ngelembur ngerjain tugas dari sensei, saat harus pulang dari lab jam 12 malem ato bahkan tak jarang nginep, termasuk bikin thesis sampe jurnal berantakan di tempat tidur walaupun saat dirumah masih harus direcoki oleh dua bidadari dan satu jagoan ciliknya.












Sunday, May 4, 2008

Sanposhimasu bersama Sakaguchi San

Setelah seharian pergi jalan ke Fushimi Inari n Tofukuji , hari minggu tanggal 23 Maret jalan-jalannya dilanjut bersama temen ayah yaitu Sakaguchi San keliling kyoto, diantaranya Kinkakuji, Ginkakuji dan ke Biwako Shiga. Oya...sedikit cerita, Sakaguchi San ini temen ayah di perhimpunan Indonesia Jepang. Jalan-jalan mulu apa gak cape?? cape sebenarnya...cuman kita harus manfaatin waktu sebaik-baiknya selama emah disini. Soale bulan april , bunda dah masuk kerja dan ayah masuk program doktor jadi kayaknya sekarang memang waktu yang tepat buat ngajakin emah sight seeing Kyoto.

Jam 9 pagi Sakaguchi San dah jemput kita didepan apato dan tujuan kita pertama ke Kinkakuji Temple. Kinkakuji temple atau dikenal juga dengan "Golden pavilion" merupakan salah satu tempat wisata terkenal di Kyoto bahkan dikenal di jepang dan juga Luar negeri sebagai simbol dari "kitayama culture". Jadi istilahnya kalo dateng ke Kyoto, gak ke Kinkakuji kayaknya belum mantap n sah :). Masuk tempat wisata ini bayar 400 Yen untuk dewasa dan 300 Yen untuk anak-anak diatas 6 tahun. Waaah...ternyata saat nyampe kita surprised , buanyaaaak banged pengunjung yang dateng, antri kek mo ke gedung bioskop aja. Wajaar siih soale termasuk salah satu world Heritage culture versi UNESCO.

Yang paling unik dari Kinkakuji Temple adalah gedung yang dindingnya berlapiskan emas dan berdiri diatas danau. Emas beneran ternyata......Bunda kira cat warna emas hehehe. Kinkakuji ini asalnya hanya merupakan sebuah tempat peristirahatan yang dibangun oleh Ashikaga Yoshimitsu sekitar tahun 1300-an Masehi yang selanjutnya diubah jadi temple setelah beliau meninggal. . Terdiri dari 3 lantai, dimana lantai satu dengan style istana dulunya dipakai buat reception hall kalo ada pesta, kemudian lantai dua disebut sebagai samurai houses ato bahasa jepunnya Cho-on-do (Hall of Roaring Waves). Disini tempat Yoshimitsu menerima tamu khusus. Dan yang terakhir adalah tempat dimana tea ceremony bersama temen2 dekatnya Yoshimitsu dilakukan.

Dari gedung ini tidak semuanya berlapiskan emas tapi hanya dinding lantai 2 dan 3. tapiii...jangan nyangka kita bisa masuk Golden pavilion ini.....hehehe...semua dah dipagar bambu dan kita para pengunjung hanya diperbolehkan difoto dari kejauhan. walaupun gitu, banyak hal lain yang bisa dilihat disana diantaranya pemandangan yang cukup asri di kompleks tersebut. Beres muter n foto2 serta beli oleh2 kita lanjut ke Ginkakuji setelah sebelumnya kita sempetin makan siang dulu di resto.

Ginkakuji ini sebenarnya juga salah satu temple budha di Kyoto. Gin kan artinya perak. jadi wajar doong kalo bunda kirain...temple ini juga berlapiskan perak. Ternyata salah sodara-sodara......Templenya gak ada perak-peraknya sama sekali hehehe.....blasss. Dulunya sempet ada rencana dilapisin cuma tidak terealisasi katanya siiy....Memang Ginkakuji yang dibangun tahun 1400an ini dibuat karena terinspirasi oleh structure Kinkakuji makanya nama n model bangunannya nya juga mirip. Rada-rada kecewa pas kesana, soale dah masuk bayar, kita gak bisa lihat bangunannya karena lagi di renovasi dan usut punya usut baru beres tahun 2010 hihihi lama amir ya???. Kita langsung cabut lagi, lanjut jalan-jalan ke arah Shiga. Rencananya sih emah pengen lihat salju. karena berdasarkan info-info dinternet, dataran tinggi wilayah shiga bulan Maret ini masih ada salju. Cuman ternyata karena hari itu cerah dan hangat jadi kita hanya bisa lihat lelehan-lelehan salju. lumayan siyy buat emah....tak ada salju lelehannya pun jadilah hihihi. Kita sempet lihat2 biwako Shiga pake teropong setelah sebelumnya isi koin 100 yen-an....lumayan ngehibur nadya yang dari tadi selalu nempel terus sama ayah. Kemudian lanjut puter2 sepanjang biwako Shiga yang luas banget bayangkan aja...muter biwako kira2 2 jam-an pake mobil. waaah.....asyik banget pemandangannya...serasa di sidney..( kayak pernah kesana aja hehehe)...ada jembatan yang membelah danau gitu loh. ...Bunda serasa jadi nyi iteung sabakota...hahaha...

jalan-jalan berakhir sorehari dan kita dianter lagi pulang ke apato. Otsukaresamadeshita. Hontouni Arigatou Gozaimashita Sakaguchi San. Temen baik hati pokoke, dah ngajak jalan-jalan, antar jemput sampe apato lalu traktir makan pula plus ngasih oleh-oleh. Bener-bener hari yang menyenangkan .











Saturday, May 3, 2008

Jalan ke Fushimi Inari Taisha Shrine n Tofukuji

Pulang dari Saigo no Hi-nya Nurfa Chan di Hoikuen tanggal 22 Maret , mumpung hari Sabtu * ceritanya hari keluarga * ayah ngajakin kita jalan -jalan ke Fushimi Inari Taisha Shrine dan Tofukuji dan seperti biasaaa alat transportasi yang kita pake buat kemana-mana yaitu kereta. Alhamdulilah walaupun di jepang sini kita gak punya mobil seperti di indonesia, sarana transportasi umum cukup baik dan nyaman jadi tidak ada masalah walaupun kita bepergian dengan membawa 3 anak yang masih kecil-kecil. kalo mau jalan tinggal pilih..mau subway atau kereta bawah tanah, mau kereta JR line , atau mau Keihan line :)...... siap membawa kita kemana tujuan kita, asyik khan?? dan yang lbh menyenangkan, tidak ada macet.

Fushimi Inari shrine jaraknya cukup deket dari Rokujizo/ apato kita sekitar 8 Km. Fushimi Inari merupakan salah satu shrine atau tempat berdoanya orang-orang shinto terbesar di jepang....kita kesana mo lihat aja kayak gimana siiy...bukannya mo berdoa...hehehe....

Pas nyampe, kita foto dulu depan gate khas-nya shrine yang warnanya orange, biasaaa orang narsis...sebagai pertanda kita pernah kesitu hihihi...Pas keliling-keliling serasa inget jalan-jalan di Mangkubumi Tasik soale adem banget, nyaman pokoke....kayak jalan-jalan di hutan, banyak pohon-pohonnya. Nadya n Nurfa semangat lari-lari kesana kemari. Trus sepanjang jalan setapak kita melewati tori gate tunnell warna orange yang dibuat dari kayu sepanjang kurang lebih 4 KM ....wuiiih ternyata lumayan cape juga apalagi bunda sambil gendong farrell...soale nanjak terus, tapiiiii kalo buat yang suka jogging ato lagi jalanin program diet cocok jalan ke situ. dijamin cepet langsing :) Berhubung Emah kecapean kita balik gak nerusin keatasnya....padahal menurut cerita-cerita siiih katanya ada air terjunnya di atas sana...wiiis kata emah...diindonesia juga banyak kalo air terjun hihihi.....











Beres dari Fushimi Inari, jalan-jalan dilanjut ke Tofukuji Temple.... naik JR line lagi cuma satu Eki. Sebenarnya mirip-mirip sama byodoin Temple cuma beda tempat aja... nilai sejarahnya tinggi ....bangunan tua yang berumur ratusan tahun. walaupun dari segi originality kalah sama Byodoin, Tofukuji ini pernah tiga kali kebakaran ....jadi sudah pernah di rekonstruksi. tapi... keliling-keliling di kompleks Tofukuji ini gratis alias gak usah bayar...disana ada garden yang cukup bagus dan kita ngelewatin jembatan yang namanya Tsuten-kyo (通天橋 "Bridge to Heaven") hehehe...... jembatan menuju surga. Kenapa dinamain Tofukuji?? Soale disini ada 2 temple utama yaitu, Todai-ji (東大寺) dan Kofuku-ji (興福寺) makanya dinamain TOFUKUJI....singkatan ternyata.......

Beres muter-muter ke dua tempat itu
....kita langsung pulang ke rumah n nyampe pada KO dengan masing-masing membawa pegal di kaki.... serasa abis long march....hehehe. Foto-foto selama jalan-jalan silakan dilihat yaa.....

Ke Byodoin Temple

Keluarga Suryanegara dah lama gak nge-blog niy....maklum pada sibuk banget bulan maret -april kemarin hehe...* ngeles aja * diantaranya service mertua jalan-jalan sekitar-an KANSAI dengan segala keterbatasan yang ada. terutama keterbatasan waktu ayah yang lagi sibuk beresin master thesis n gakkai, dan bunda sibuk persiapan farrell masuk hoikuen /Nursery schooll juga Nurfa masuk Shogakko /SD.
Minggu pertama emah disini diajakin lihat-lihat sekitar-an Kyoto Rokujizo aja.Yaa...sekalian masih penyesuain sama udara dingin walaupun awal bulan maret dah mulei masuk musim semi sebenarnya. Minggu selanjutnya baru deh mulei rencanain tempat-tempat wisata yang bisa dikunjungin di sekitar uji Kyoto.
Eeeh kebetulan tante emir 18 Maret pagi-pagi telpon, ngajakin pergi ke Byodoin temple di Uji bareng Mertuanya...waduuh yokatta dech.....alhamdulilah akhirnya ada temen juga yang bisa diajakin jalan, berhubung saat itu ayah lagi pergi Gakkai ke Tsukuba. Bunda, emah n farrell bareng keluarga tante emir pergi kesana naik kereta JR line , perjalanan cuma sekitar 30 menit-an sudah termasuk jalan kaki ke stasiun.

Apaan sih Byodoin Tempel itu?? Byodoin temple merupakan salah satu objek wisata di Uji Kyoto yang cukup terkenal. Hampir semua orang jepang tahulah....soale bangunan tersebut ada di Uang koin 10 Yen dan merupakan salah satu daftar yang ada di list UNESCO World Heritage . Bangunan ini katanya menurut info yang ada dibangun tahun 1052 masehi oleh Fujiwara Yorimichi sebagai villa, dan selanjutnya diubah jadi temple Budha. Salah satu yang paling istimewa disini yaitu Phoenix Hall (鳳凰堂 "Hoo-do" atau Amida Hall, sebuah bangunan tua berumur sekitar 950 tahun. Emah walaupun dah sepuh masih semangat jalan-jalan keliling-keliling phoenix hall bareng tante Gita. Bunda n tante emir nunggu disalah satu bangunan sambil nyuapin n ngasih mimi jagoan cilik kita.

Puas... muter-muter disana, pulangnya mampir dulu makan green tea es krim yang uenaak banget, padahal masih dingin cuaca...tapi gak ngaruh siiiy, tetep aja enak. mumpung....apalagi Uji ini terkenal sama Green tea-nya. Habis makan es krim kita pulang ...Bidadari-bidadari bunda dah nunggu dijemput di Hoikuen soale.